MANDIRI CReASINDO

Mailing Address

Jl. Kalasan No 1 Menteng, Jakarta Pusat 10320

Telephone:

+62 21 70602216

+62 21 39830547

FAX: +62 21 39830547

Email: information@mcreasindo.com

Recent Event

Kamis, 12 September 2019, bertempat di PLUT-KUMKM Kabupaten Sukabumi, Komplek Pusbangdal Jl. Sukabumi Pelabuhanratu, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, PT MANDIRI CReASINDO memberikan paparan dan mensosialisasikan aplikasi Early Warning System versi 2.0 yang berfungsi memberikan penilaian kinerja usaha pada acara Pelaksanaan Restrukturisasi Usaha Kepada KUMKM. (ARW)
CReASINDO PengawasanIntern
Solusi total pengawasan laporan hasil audit (LHA) internal yang dapat digunakan oleh instansi-instansi inspektorat di seluruh Indonesia, sehingga mempermudah pengawasan terhadap satuan kerja serta mempermudah pembuatan laporan hasil audit yang terkompilasi dari setiap auditor.

Ketagihan Berbelaja Online??

E-mail Print PDF

Di era sekarang kemajuan informasi dan teknologi begitu pesat. Modernisasi terjadi hampir di semua lini kehidupan, bahkan tidak jarang sampai ke area privasi sekalipun. Beralihnya suatu pola hidup ke jaman serba teknologi tentunya tidak akan lepas dari efek samping yang mengakibatkan berubahnya karakteristik orang-orang jaman sekarang.

Salah satu fenomena yang sedang marak akhir-akhir ini adalah ketergantungannya sebagian orang dalam jual beli secara online. Sebenarnya tidak ada yang salah dari aktivitas berbelanja secara online ini, akan tetapi bisa timbul menjadi masalah apabila sudah masuk ke dalam fase kecanduan. Mungkin kita pernah menemui sebagian orang yang begitu keranjingan berbelanja saat menemukan barang-barang diskon di toko online. Mereka sangat responsif, cekatan, dan berani menghabiskan berjam-jam demi mendapatkan barang-barang yang mereka inginkan. Tidak sampai disitu. Tidak sedikit orang-orang rela mengorbankan keintimannya dengan keluarga demi berlomba-lomba membeli produk-produk menarik di toko online.

Bila kita cermati dari fenomena diatas, kecanduanlah yang menjadi biang permasalahanya. Coba bayangkan, seseorang jaman sekarang bila ingin menghabiskan uang untuk berbelanja tidak perlu capek pergi jauh-jauh ke mall. Mereka cukup pantengin aja gadget. Dimulai anak-anak hingga orang dewasa, bahkan sampai sekelas PIRT (Pembantu Ibu Rumah Tangga) pun sudah lihai berbelanja dengan gadgetnya.

Nah, sekarang kita coba lihat dari perspektif psikologis. Menurut dr.Marianti yang dikutip dari www.alodokter.com, kecanduan belanja juga dapat disebut sebagai compulsive buying disorder (CBD) atau gangguan belanja kompulsif, disebut juga dengan shopoholisme. CBD sendiri didefinisikan sebagai hasrat yang tidak tertahankan untuk membeli barang secara berlebihan dengan jumlah pengeluaran besar dan menyita waktu yang pada akhirnya hanya mendatangkan pengaruh negatif di dalam hal keuangan dan keluarga. Salah satu penyebabnya adalah depresi.

Sudah saat nya kita mengukur diri, apakah sudah tergolong pecandu atau bukan. Sesekali berbelanja online dan hanya untuk sekedar kebutuhan, itu tidak masalah. Tidak ada yang melarang akan hal itu, bahkan banyak juga sisi positifnya.

Belanja secara konvensioal pun tidak kalah nilai positifnya. Kita dapat lebih menumbuhkan rasa sosial diantara sesama pembeli dan penjual. Saling sapa, saling tegur pun akan banyak kita temui saat berbelanja langsung. Kita bisa menumbuhkan nilai-nilai keramahan dalam berbelanja kepada anak-anak kita. Bahkan kita pun bisa sambil berolahraga menuju tempat perbelanjaan.

Intinya, berbelanjalah secara proporsional. Kita harus bijak dan tahu kapan berbelanja secara online dan kapan berbelanja secara konvensional. Keduanya sama-sama memiliki nilai positif. Tanamkan pada diri kita untuk berbelanja sekedar kebutuhan bukan memuaskan keinginan belaka. (ARW)

 

 

Gadget vs Keluarga

E-mail Print PDF

 

Istilah gadget sudah tidak asing lagi kita dengar di jaman sekarang ini. Orang sedang kerja butuh gadget. Orang jalan-jalan butuh gadget. Orang sedang makan butuh gadget. Bahkan orang yang sedang ibadah pun tidak lepas dari gadget. Sungguh gadget telah merasuki di dalam setiap aktivitas kita.

Inilah fenomena yang sedang terjadi di tengah-tengah kita. Tanpa disadari setiap orang telah berbaur di dalam dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia virtual. Tentunya tidak sedikit kita dapati permasalahan yang muncul akibat penggunaan gadget yang tidak semestinya.

Suatu contoh kasus yang saya temukan saat sedang dalam perjalanan pulang dari kantor. Saya mendengarkan percakapan 2 orang lelaki, mungkin berumur 40 tahunan. Kebetulan satu arah kereta menuju Bogor. Percakapan yang diawali oleh salah seorang lelaki tersebut, adalah sebuah curhatan hati tentang anaknya yang kecanduan game online. Lelaki tersebut menuturkan, bahwa ketiga anaknya masing-masing memiliki sebuah gadget, alias smartphone. Dimulai dari anak yang paling cikal hingga yang paling bungsu, tak pernah sehari pun lepas dari bermain game pada HP. Masalah muncul, bukan karena anak-anak tersebut hobi bermain game, tetapi masalah muncul tatkala si anak sudah tidak begitu respek dan emosional terhadap lingkungan sekitar. Suatu ketika si lelaki yang merupakan ayah dari ketiga anak tersebut menegur dan mengambil HP yang dimiliki oleh anak tertua yang telah beranjak usia remaja. Anak yang sudah duduk di bangku SMP tersebut pada suatu hari bermain game hingga lupa waktu. Si Ayah mengambil HP tersebut dan mengamankannya. Namun apa yang terjadi? Tak dikira si anak merebut kembali HP tersebut secara paksa dan berkata kepada ayahnya “ lebih baik dimarahin ayah, daripada gak bisa main HP”. Mendengar curhatan tersebut membuat hati saya miris dan sedih, sampai-sampai teringat kepada anak saya yang masih berumur 2 tahun.

Dari sepenggal cerita diatas, mengingatkan kita akan sejauh mana nilai manfaat dan kerugian yang dapat kita peroleh dari penggunaan gadget di dalam kehidupan. Apabila kita runut setiap permasalahan yang terjadi akibat penggunaan gadget yang berlebihan, maka saya teringat dengan sebuah artikel yang menunjukkan gejala dari fenomena tersebut. Dikutip dari AntaraNews, Dewanto Samodro menuturkan efek positif dan negatif gadget terhadap tumbuh kembang anak. Di dalam tulisannya, beliau mewawancarai seorang Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta, Jane Cindy. Jane Cindy menegaskan gadget dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Gadget memiliki dampak yang dapat menyebabkan kecanduan, terutama bila anak terbiasa bermain dengan gadget. Anak akan terus-menerus menggunakan gadget dan perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat.

Tentu gadget tidak selamanya memberikan dampak buruk. Penggunaan gadget juga dapat memberikan dampak baik, seperti memudahkan anak untuk mencari informasi atau pengetahuan. Jadi, apa yang harus setiap orang tua lakukan? Di jaman sekarang arus teknologi dan ketergantungan terhadap gadget tidak bisa dilepaskan sepenuhnya. Apabila salah dalam mengambil langkah, maka penyesalan yang akan menunggu untuk masa depan anak kita.

Cindy menyarankan agar orang tua tidak memberikan gadget sama sekali pada anak usia di bawah dua tahun. Adapun untuk anak usia tiga tahun sampai dengan delapan tahun, lebih baik orang tua mengarahkan anaknya untuk melakukan permainan yang banyak melibatkan motorik, persepsi visual spasial, dan sensori.

"Pada anak usia sekolah, mereka dapat menggunakan gadget untuk mencari topik-topik yang sesuai dengan materi pelajaran di sekolah, selain untuk memudahkan komunikasi dengan orang tua dan anggota keluarga yang lain", tambahnya. (ARW)

 

 

MCReASINDO SIRANA

E-mail Print PDF

Aplikasi Sinergi Rumah Tangga Pemeliharaan (SIRANA) merupakan aplikasi untuk pelayanan pengaduan dan permohonan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana di lingkungan BMKG Pusat. Aplikasi ini digagas oleh Bagian Tata Usaha dan Protokol BMKG Pusat yang bertujuan untuk mempermudah dan memonitoring terlaksananya agenda dan pekerjaan yang membawahi bidang sarana prasarana dan keprotokolan. Aplikasi SIRANA akan didesain menjadi aplikasi berbasis web dengan menggunakan tampilan yang lebih responsif terhadap browser sehingga bisa digunakan dalam browser Handphone. Aplikasi SIRANA memiliki fasilitas sebagai berikut:

a. Fasilitas pelayanan pengaduan/komplain sarana dan prasarana, peminjaman kendaraan dinas, serta peminjaman ruang rapat
b. Fasilitas untuk memberikan penilaian terhadap layanan pengaduan sarana dan prasarana
c. Fasilitas untuk rekapitulasi pengaduan sarana dan prasarana, peminjaman kendaraan dinas, peminjaman ruang rapat
d. Fasilitas untuk melakukan fungsi monitoring pengaduan dan peminjaman

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Page 1 of 8

Testimonials

Dir Reskrimum POLDA Metro Jaya

Terimakasih atas kerja sama nya selama ini ,yang telah menghadirkan website RESKRIMUM POLDA METRO JAYA, menjadi jendela komunikasi antara Kepolisian dengan Masyarakat, kususnya Reskrimum POLDA METRO,dan melahirkan SP2HP On line yang sampai saat ini menjadi salah satu program layanan prima dari Kepolisian,terimaksaih dan tingkatkan selalu inovasi dan kreatifitas, sukses selalu

KOMBES POL. CARLO TEWU

Direktur Krimum POLDA METRO JAYA 2008

prev <<  >> next

 

 

Who's Online

We have 17 guests online